Dalam Quran disebutkan, faktor utama penyebab maju dan mundurnya masyarakat adalah manusia itu sendiri (QS. Al-Anfal: 33 dan ar-Ra’d: 41). Dengan demikian, maju dan mundurnya umat Islam hanya dapat dijelaskan dengan menganalisis motivasi, usaha, karakter, dan kepribadian mereka sendiri. Tonybee dalam A Study of History (1935) juga berpendapat sama: “peradaban mati karena bunuh diri, bukan karena pembunuhan.”
Aspek penting lainnya dari studi buku ini adalah ulasannya tentang isu-isu seputar peradaban Islam dalam konteks miliu global. Penulis sengaja memaparkan asal mula tantangan yang bersifat multidimensi, juga menawarkan gagasan segar dengan aneka argumen rasional untuk melawan strategi reformasi parsial yang telah ada. Pembelaan Chapra dengan sebuah pendekatan holistiknya berjalan seirama dengan etos sejarah umat Islam yang menekankan aspek keadilan dan pemerataan bagi umat manusia.
Chapra dalam buku ini berhasil mengurai sebuah visi bagi masyarakat dan ekonomi Islam yang ditegakkan di bawah naungan paradigma Islam. Menurutnya, strategi-strategi yang bersumber dari paradigma sekuler dan materialis telah mengesampingkan dimensi moral dan terbukti gagal menciptakan kemakmuran. Namun, sayangnya, selama beberapa abad terakhir, dunia Islam Islam merefleksikan potret buram dan tampak semakin jauh dari realisasi visi tersebut.
Kenyataannya, umat Islam masa kini seperti antitesis dari umat Islam masa keemasan dahulu. Jika kita mendengar kata keterbelakangan, kebodohan, dan kemiskinan, secara spontan kita teringat pada umat Islam. Seakan-akan telah terjadi missing link atau mata rantai yang terputus dalam sejarah umat Islam.
Melalui buku ini Chapra telah melakukan sebuah telaah baru terhadap sejarah dan peradaban Islam modern, mengungkap pengalaman sejarah umat Islam secara umum dan menerapkan analisis sejarah yang dikembangkan oleh Ibnu Khaldun secara khusus. Sementara penjelasan Ibnu Khaldun terkait jatuh bangunnya sejarah Islam dapat disimak dalam Muqaddimah (1967).
Ibnu Khaldun dalam karya monumentalnya itu menawarkan sebuah model analisis yang cukup komprehensif, selain dapat mengidentifikasi faktor-faktor penentu kemajuan dan kemunduran umat Islam, juga menyelami berbagai masalah yang dihadapi masyarakat muslim. Ia berupaya mengungkap kekuatan dan kelemahan umat Islam dalam pancaran nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Quran dan hadis.
Alhasil, satu pelajaran kunci dari penelusuran sejarah Islam masa lalu, bahwa Islam telah menyelamatkan kaum muslim dari masa-masa krisis yang mereka hadapi, bukan sebaliknya. Dengan kata lain, sejarah Islam telah memberikan sumber inspirasi dan menjadi pokok penentu kebangkitan dan regenerasi umat Islam.
Garis pemikiran semacam ini, tentu berbeda secara diametrik dengan pendekatan yang dikembangkan oleh para orientalis dan sarjana Barat dalam memandang Islam. Mereka menilai Islam berikut nilai-nilai di dalamnya sebagai biang kemunduran kaum muslim, tanpa menyadari bahwa seluruh episode penting dari masa keemasan sejarah Islam adalah bersumber dari Islam itu sendiri.
Ahmad Fatoni
Pengajar Bahasa Arab FAI Universitas Muhammadiyah Malang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar